YAYASAN PANGUDI LUHUR CABANG JAKARTA
Yayasan Pangudi Luhur Jakarta - Jl. Haji Nawi 21 Jakarta Selatan 12420 Indonesia  Telp.(021) 75906565 Fax.(021) 7662332
Rabu, 24 Juli 2019  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


07.06.2007 13:15:52 1353x dibaca.
ARTIKEL
KIAT MEMPROSES PEMBELAJARAN SECARA MENARIK

Oleh : Y.B. Sunarto
( Santo Yosef Lahat, Sumatera Selatan)


Di era globalisasi yang serba kompetitip, dunia kerja menuntut adanya sumber daya manusia yang handal dan mempunyai daya juang yang tinggi agar mampu menghadapi tantangan zaman secara cepat, tepat dan efektif. Dunia pendidikan diharapkan mempersiapkan putra-putri bangsa sejak usia dini.


Untuk menjawab tantangan ini, para pelaku pendidikan harus mempunyai pemahaman, persepsi, dan orientasi yang tepat mengenai proses pembelajaran. Pergeseran paradigma dalam proses pembelajaran harus dipegang teguh oleh guru selaku pendidik dan pengajar di sekolah. Misalnya, proses pembelajaran di era sekarang ini sudah menuntut keaktivan murid (student active teaching), bukan lagi teacher active teaching. Orientasi pembelajaran bukan pada guru (teacher oriented) tetapi berpusat pada murid (student oriented).


Dengan orientasi pembelajaran demikian, hendaknya guru menyadarai bahwa dirinya lebih tepat memposisikan diri sebagai fasilitator yang akan memfasilitasi siswa dalam proses belajar. Siswa di bawah bimbingan guru diharapkan dapat memecahkan kesulitan yang ditemukan dengan mencari jawaban di berbagai sumber dan media belajar, seperti media cetak, media elektronik atau sumber-sumber belajar lainnya. Melalui cara ini siswa akan mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui suatu tahapan, dengan berproses, dan bukan mendapatkan pengalaman belajar secara instan. Ilmu yang didapat dengan cara ini tidak efektif dan dengan mudah untuk hilang dan ingatan seorang siswa. Karena daya ingat dan kemampuan anak sangat terbatas dan berbeda-beda.

Pada Pelajaran Bahasa Indonesia sebagian murid mengatakan pelajaran itu sangat membosankan, padahal pelajaran ini bukan merupakan pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Karena pada pelajaran Bahasa Indonesia ada kecenderungan guru hanya mencapai ranah pengetahuan bukan pada keterampilan berbahasa. Agar pembelajaran Bahasa Indonesia dapat lebih menarik dan tidak membosankan. Di sini guru sangat dituntut kreativitasnya di dalam mengemas dan menyampaikan bahan ajar dan pelajaran tersebut.

Sebagai contoh, pengajaran materi dengan tema misalnya, Macam-macam Bentuk dan Contoh. Jika guru mengajarkan materi ini secara klasikal dengan lama hanya mentransfernya saja, anak-anak kelihatannya mudah menyerap dan menerimanya. Tetapi bisa jadi nanti pada saat ulangan akhir semester, jika ada pertanyaan yang berhubungan dengan bahan tersebut, maka sebagian anak sudah lupa dan tidak bisa menjawabnya. Mengapa terjadi demikian? Ini disebabkan oleh kelemahan guru yang tidak mengajak anak berproses untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung terhadap macam-macam bentuk dan contoh itu. Anak hanya mendapat informasi dan penjelasan dan guru.


Seandainya guru Bahasa Indonesia itu mau mengubah polanya, maka tahapan langkah atau cara setelah ia memberikan informasi pembelajaran, ialah siswa disuruh membuat berbagai macam jenis dengan mencari contoh dan berbagai sumber lalu mengirimkannya. Misalnya siswa disuruh menulis surat pribadi kepada teman yang ada di daerah lain dengan menggunakan jasa pos, atau kalau ada lomba menulis surat kepada pejabat anak diberi tugas untuk mengikuti, jika ada anak yang berhasil mendapatkan juara atau balasan dan rekannya, guru memberikan peneguhan dengan cara membahasnya di dalam kelas, niscaya anak akan bangga dan secara tidak langsung anak akan mendapakan multi pengalaman belajar yang tidak pernah akan hilang bahkan dilupakan, bukan dengan ukuran ulangan akhir semester atau akhir tahun, tetapi sepanjang hayatnya anak tersebut akan tetap terkesan dan terkenang.


Dalam bidang seni baik itu bersifat daerah atau nasional, anak akan lebih senang jika pembelajaran dengan menekankan pada kreativitas anak untuk dapat berkreasi sendiri dengan belajar dan berbagai sumber baik guru atau orang-orang di sekitar yang memang mempunyai skill atau keahlian dalam bidangnya. Pada giliranya nanti pada akhir semester anak diberikan ulangan praktik dengan diberi kebebasan untuk tampil dengan berbagai kostum yang beraneka ragam. Secara tidak langsung siswa akan semakin happy dan menambah rasa percaya diri, sehingga talenta dan bakat-bakat terpendam akan dapat bertunas. Sehingga pembelajaran dapat bermanfaat langsung baik bagi sekolah, orang tua dan masyarkat.


Contoh lain dalam pembelajaran IPA dengan tema Mencangkok. Anak-anak diminta membawa tanaman dan peralatan untuk dipraktikan bersama-sama temannya di sekolah. Dan di bawah arahan dan bimbingan guru anak akan dengan senang melaksanakan tugas tersebut, meski mereka harus berlepotan dengan tanah, dan kadang-kadang harus ada anak yang terluka oleh pisau, dan banyak sekali resiko lain, termasuk resiko waktu. Di sini guru tidak perlu terlalu takut dengan resiko-resiko yang bakal terjadi, sepanjang guru ikut masuk dalam proses pembelajaran, karena resiko itu juga akan dapat memperbanyak pengalaman belajar bagi anak, dengan resiko anak akan semakin berkesan.


Jika semua mata pelajaran di sekolah seperti Matematika, IPS, dan pelajaran lainnya disampaikan oleh guru dengan cara yang menarik dan menyenangkan, niscaya tidak ada lagi kesan-kesan pelajaran itu sulit, membosankan, membuat ngantuk, bahkan menakutkan. Ciptakanlah suasana Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Menarik atau tidaknya suatu pembelajaran, kuncinya ada pada guru itu sendiri.


Secara garis besar langkah-langkah suatu pembelajaran di kelas dapat disimpulkan menjadi tiga tahapan yakni awal, kegiatan inti, dan penutup. Pada tahap awal guru mengkondisikan suasana kelas, misalnya, ubah dan suasana bermain menuju suasana belajar. Lalu guru dapat melakukan apersepsi/luncuran. Misalnya dengan pretest, cerita, mengulang pelajaran yang lalu, dll.


Pada tahap kegiatan inti guru dapat melakukan langkah-langkah sbb.: (1) Sampaikan Tujuan Pembelajaran sesuai dengan indikator. (2) Gunakan Lembar Kerja, lebih-lebih jika akan ada kerja kelompok. (3) Pilihlah media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan bahan ajar. (4) Gunakan multi metode yang tepat (jika harus menggunakan metode ceramah, pilihlah ceramah bervariasi). (5) Jika mungkin adakan presentasi untuk melatih keberanian anak. (6) Jika guru akan mengadakan tanya jawab, hindari jawaban yang bersifat klasikal, dan arahkan jawaban individual.(7) Sesering mungkin guru memotivasi anak, dengan memberikan peneguhan dan pujian. (8) Penyampaian bahan ajar harus sistematis dari yang mudah ke yang sulit dari yang sederhana ke hal yang lebih kompleks.


Pada tahapan penutup guru dapat menempuh langkah-langkah seperti: (1) Lakukan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan dalam proses belajar. (2) Simpulkan pelajaran yang telah dilalui. (3) Kondisikan kembali suasana kelas sebelum ditinggalkan dengan memberikan berbagai saran/nasihat/peneguhan yang dapat berguna untuk menunjang pertemuan berikutnya.


(Sumber: Educare, No. 3/IV/Juni 2007)





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 35.171.183.163 : 2 ms   
YAYASAN PANGUDI LUHUR CABANG JAKARTA
 © 2019  http://jakarta.pangudiluhur.org/